ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Tips N Trik

Wisata Indonesia

Hati-hati! Serangan Malware 'Autolike' di Facebook

Assalamu alaikum wr. wb.

This Is Mind - Baru-baru ini pengguna Facebook di Indonesia mulai diresahkan dengan malware baru. Dengan iming-iming menjadi populer, ribuan pengguna pun terjebak oleh program jahat tersebut.

Menurut Vaksincom, aksi malware ini berhasil memakan ribuan korban di Indonesia. Dilihat dari berbagai modusnya yang menggunakan bahasa Indonesia, program jahat ini pun disinyalir berasal dari Tanah Air.

Program jahat ini dibuat bukan untuk menginfeksi komputer para calon korban, melainkan mengambil alih akun para pengguna Facebook yang berhasil ditipu. Jadi tidak heran jika program Antivirus terbaru pun belum bisa mendeteksi keberadaannya.

Nah, untuk mengantisipasi hal itu, maka para pengguna dituntut lebih cermat saat mendapat penawaran 'autolike' dari situs yang tidak jelas asal muasalnya. seperti yang ditawarkan malware yang satu ini.

Malware 'autolike' menyebar melalui status para korbannya. Isinya tak lebih dari pesan yang mengajak para pengguna Facebook lainnya untuk turut menggunakan aplikasi tersebut.
Alih-alih mendapat apa yang dijanjikan, para calon korban justru dibawa berkeliling ke situs pembuat malware agar bisa dijerat. Di situ pengguna akan dituntun untuk melakukan beberapa klik sebelum akhirnya di bawa ke aplikasi Facebook gadungan bernama Xperia Smartphone from Sony.

Ya, mendompleng nama besar Sony, sang pembuat aplikasi palsu ini sukses menipu ribuan orang untuk menggunakannya. Menurut Alfons Tanujaya dari Vaksincom, ini adalah aplikasi jahat yang akan memposting otomatis melalui akun korbannya.

Meski terbilang prosesnya cukup berkelit, tapi ternyata aksi ini mampu menipu 2-3 ribuan akun hingga 6 Januari 2013


Semoga Bermanfaat Happy Blogging :)

Waspada, Ada Mata-mata Cyber Bernama miniFlame

Assalamu alaikum wr. wb.


This Is Mind - Ancaman dunia cyber kian gencar. Seiring kian maju teknologi, berkembang pula beragam jenis program jahat. Seperti yang satu ini, sebuah program yang memata-matai perangkat.

Firma keamanan komputer dan internet Kaspersky, baru-baru ini mengumumkan penemuan miniFlame. Program ini berukuran kecil, namun sangat fleksibel. miniFlame dirancang untuk mencuri data. Dia juga mengontrol sistem yang terinfeksi pada saat operasi mata-mata cyber terarah dilakukan.

Ditemukan oleh ahli Kaspersky Lab pada Juli 2012, miniFlame atau disebut juga SPE, awalnya diidentifikasi sebagai sebuah modul Flame. Namun pada September 2012, tim peneliti Kaspersky Lab melakukan analisis mendalam terhadap server command and control (C&C) Flame.

Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa modul miniFlame sebenarnya merupakan interoperable tool yang dapat digunakan sebagai program berbahaya mandiri atau sebagai plug-in malware Flame dan Gaus.

"Analisis atas miniFlame menunjukkan ada beberapa versi yang dibuat antara 2010 dan 2011, dengan beberapa varian aktif yang masih belum ditemukan," tulis Kaspersky Lab dalam laporannya.

Analisis tersebut juga menemukan bukti baru adanya kerjasama antara pembuat Flame dan Gauss, karena kedua program berbahaya tersebut bisa menggunakan miniFlame sebagai plug-in dalam operasi mereka.

Ada enam variasi berbeda dari miniFlame. Seluruhnya berasal dari tahun 2010-2011. Di saat yang sama, analisis miniFlame juga menunjukkan waktu pengembangan yang lebih awal lagi, setidaknya sekitar tahun 2007.

Kemampuan miniFlame untuk digunakan sebagai plug-in oleh Flame maupun Gauss jelas memperlihatkan kolaborasi antara tim pengembang Flame dan Gauss. Dengan terungkapnya hubungan antara Flame dan Stuxnet/Duqu, maka dapat disimpulkan bahwa semua ancaman canggih ini berasal dari pabrik 'perang cyber' yang sama.

Sumber

Semoga Bermanfaat Happy Blogging :) Salam Admin

Top